GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Pekerja bangunan pagar masjid raya Batam, keluhkan upah belum di bayar kontrakan berharap kontraktor bayar hasil keringat buruh bangunan

Pekerja bangunan pagar masjid raya Batam, keluhkan upah belum di bayar kontrakan berharap kontraktor bayar hasil keringat buruh bangunan

Table of contents
×



Batam- para pekerja proyek  Pembangunan Masjid Agung Raja Hamidah Batamcentre. B pengerjaan difokuskan pada pembangunan landscape,  pagar, penanganan genangan air di sekitar area masjid, serta penyelesaian dua menara dan landscape. Ia menegaskan agar setiap pihak yang terlibat, baik konsultan pengawas, perencana maupun pelaksana, akan tetapi ada kesedihan mendalam dan luka-luka pedih yang di rasakan para pekerja bangun yang melakukan pekerjaan di masjid raya Batam centre kota Batam (15/2/2026)


Keringat mereka tidak dibayar oleh pengambil pekerjaan hironis proyek yang bernilai pantastis mengunakan angaran pendapatan belanja daerah kota Batam perubahan tahun 2025 tersebut senilaiRp.2.949.623.553 melalui Dinas cipta karya Batam seharusnya proyek mengurangkan angaran APBD tersebut selain jadi memperbagus masjid raya juga harus membantu warga Batam yang mencari makan akan tetapi kepiluan seorang pekerja bangunan di dapat dari proyek tersebut pasal hasil pekerja yang sudah selesai di kerjakan tidak di bayarkan sampai saat ini.




Azri atau Ary yang mendapat pekerjaan yang juga warga Batam berdomisili di piayu saat di konfirmasi awak media via WhatsApp egan memberikan tanggapan terkait Maslah tidak di bayarkan nya uang pekerja bangunan di masjid raya Batam centre, sampai berita ini di naikan Ary pemborong/kontrakannya belum memberikan tanggapan sampai berita ini di naikan 


Adi mantan pekerja pagar proyek masjid agung Batam centre saat di temui di daerah Sagulung membenarkan hal tersebut pada (15/2/2026)

" Ya kami sampai saat ini belum di lakukan pembayaran dari hasil pekerjaan kami Pak , janji pak Azri akan di selesaikan 2 Minggu sejak pertemuan terakhir kami kurang lebih 2 bulan yang lalu aneh nya saat hubungi Lagi  malahan nomor saya di blokir kami tak tau lagi mau ngadu kemana pak itu bukan duit bisnes atau uang pemerintah tapi itu utama hasil keringat kami untuk makan anak istri kawan masak tega nya tak di bayar apalagi itu proyek bernilai sekitar 2,9 miliar masak gaji pekerja bangunan pagar tak di bayarkan .




Soal kami mau laporan kan pun tak ada perjanjian karena kami hanya pencari nafkah biasa tak ada perjanjian selesai pekerjaan pasti di bayar maka jarang kita pakai perjanjian apalagi ini proyek pemerintah yang sudah di siapkan,tapi kenapa keringat orang kecil seperti kami di tipu juga padahal pak Ari ini sering mengerjakan projek pemerintah seperti pemko Batam sekarang aja dia me gerjakan proyek BP Batam juga di daerah batu ampar, kalau alamat pasti saya gak tau tapi kalau mobil yang sering di gunakan ada R3 bernombor polisi Bp 1701 IR.

Harapan saya hasil keringat saya ini bisa keluar ini lah untuk kami berikan ke anak istri kami tutup nya dengan raut muka sedih(sandi)

0Comments