PORTALBUANANEW.COM, TANJAB BARAT– Program Makanan Bergizi (MBG) kembali menuai sorotan tajam publik. Insiden terbaru yang terjadi di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, memicu kekhawatiran serius masyarakat terkait kualitas dan pengawasan distribusi makanan bagi para siswa.
Peristiwa ini mencuat setelah seorang siswa di SMAN 1 Tanjung Jabung Barat menerima paket MBG Ramadhan dalam kondisi tak layak konsumsi. Dalam menu tersebut ditemukan satu butir telur asin yang sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Tak hanya itu, roti yang dibagikan juga disebut-sebut nyaris melewati batas masa kedaluwarsa.
Temuan tersebut sontak memantik reaksi keras dari masyarakat. Publik mempertanyakan sistem pengawasan dan kontrol mutu dalam pelaksanaan program MBG di lapangan. Pasalnya, program yang seharusnya menjamin asupan gizi siswa justru dinilai berpotensi membahayakan kesehatan bahkan nyawa.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kritik tegas. Ia menilai persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf.
“Kami sudah melihat video permintaan maaf dari pihak SPPG yang beredar di media sosial. Tapi ini bukan sekadar persoalan maaf. Ini menyangkut nyawa manusia. Harus ada tindakan tegas dan efek jera dari aparat penegak hukum,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, jika kejadian ini hanya direspons dengan klarifikasi dan permintaan maaf, maka bukan tidak mungkin kasus serupa akan terulang. Ia mendesak agar aparat, khususnya Polres Tanjung Jabung Barat turun tangan secara serius untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Kalau hanya permintaan maaf, nanti dianggap hal biasa. Harus ada tindakan tegas agar menjadi pelajaran,” tegasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang polemik distribusi MBG di wilayah Tanjung Jabung Barat. Publik kini menanti langkah konkret dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan setiap makanan yang dibagikan kepada siswa benar-benar aman, layak konsumsi, dan sesuai standar gizi.
Sebab bagi masyarakat, program yang menyasar anak-anak sekolah bukan sekedar agenda seremonial, melainkan tanggung jawab besar yang menyangkut kesehatan—bahkan keselamatan—generasi penerus.

0Comments