GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
DI BALIK OMBAK BIRU: MIKROPLASTIK MENYERBU LAUT NUSANTARA DAN MENGANCAM KEHIDUPAN BAWAH AIR

DI BALIK OMBAK BIRU: MIKROPLASTIK MENYERBU LAUT NUSANTARA DAN MENGANCAM KEHIDUPAN BAWAH AIR

Table of contents
×

Oleh Tera Azzahra Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau Sumber gambar: https://greenlab.co.id

Bayangkan sedang menikmati sepiring ikan laut yang segar di meja makan. Rasanya lezat dan terlihat sehat. Kenyataan yang jarang terpikirkan ternyata cukup mengejutkan. Pada ikan tersebut, bisa saja ikut masuk potongan plastik yang sangat kecil ke dalam tubuh kita.
Mikroplastik, itulah sebutannya. Ukurannya memang nyaris tak terlihat oleh mata, tetapi keberadaannya di laut kini semakin banyak dan mulai menjadi perhatian serius.

Mikroplastik merupakan potongan plastik berukuran sangat kecil, biasanya kurang dari 5 milimeter. Partikel ini berasal dari pecahan plastik yang lebih besar seperti botol minuman, kantong plastik, jaring nelayan, hingga berbagai kemasan sekali pakai yang sering digunakan setiap hari. Sampah plastik yang masuk ke laut tidak benar-benar hilang. Panas matahari, ombak, dan proses alami di perairan membuat plastik perlahan-lahan hancur menjadi potongan yang semakin kecil sampai akhirnya berubah menjadi mikroplastik.

Ukuran yang sangat kecil membuat mikroplastik mudah tersebar ke berbagai perairan. Partikel ini bahkan bisa bercampur dengan plankton dan organisme mikroskopis yang menjadi makanan bagi banyak hewan laut. Kondisi tersebut membuat ikan kecil, kerang, hingga hewan laut yang lebih besar tanpa sengaja menelan mikroplastik karena bentuknya sering terlihat seperti makanan alami.

Masuknya mikroplastik ke dalam tubuh hewan laut tentu bukan hal sepele. Partikel plastik dapat mengganggu sistem pencernaan dan membuat hewan merasa kenyang padahal tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Permukaan mikroplastik juga bisa membawa berbagai zat kimia berbahaya dari lingkungan laut. Zat-zat tersebut berpotensi masuk dan menumpuk di jaringan tubuh organisme laut.

Temuan yang lebih mengejutkan datang dari berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa mikroplastik sudah ditemukan pada beberapa jenis makanan laut yang sering dikonsumsi manusia, seperti ikan, udang, dan kerang. Kondisi ini menunjukkan bahwa plastik yang mencemari laut dapat kembali ke manusia melalui rantai makanan.

Perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu mengurangi dampaknya, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah dengan benar, dan lebih peduli terhadap lingkungan. Laut yang bersih bukan hanya penting bagi kehidupan biota laut, tetapi juga bagi manusia yang bergantung pada sumber daya laut tersebut.

 

0Comments