SUNGAI PENUH – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan lima orang mengalami luka ringan dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Adapun kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut yakni satu unit Toyota Kijang Grand warna biru dengan nomor polisi BH 1402 RC, satu unit Toyota Kijang Innova warna putih dengan nomor polisi BH 1664 WK, serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam bernomor polisi BH 5470 ZP.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Toyota Kijang Grand dikemudikan oleh Dafril (47), warga Kabupaten Kerinci, dengan penumpang Yeni Susanti (45). Sementara itu, Toyota Kijang Innova dikemudikan oleh Yunisri (55), seorang PNS asal Kabupaten Tebo, bersama penumpangnya Fibrimawati (54). Sedangkan sepeda motor Honda Vario dikendarai oleh Zetiara (17), yang berboncengan dengan dua penumpang, yakni Nur Azila (7) dan Kamini Aina Ramadani (16).
Kronologis kejadian bermula saat mobil Toyota Kijang Grand melaju dari arah Sungai Penuh menuju Tamiai dengan kecepatan sedang. Saat melintasi ruas jalan menikung di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang Toyota Kijang Innova yang diduga dalam kondisi kurang konsentrasi atau mengantuk, sehingga kendaraan tersebut melebar ke jalur kanan.
Benturan pun tidak dapat dihindari. Toyota Kijang Innova menabrak bagian depan samping Kijang Grand, lalu menghantam sepeda motor Honda Vario. Akibat kerasnya benturan, kedua mobil tersebut terperosok ke area persawahan dengan kedalaman sekitar dua meter.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi kedua mobil dilaporkan selamat tanpa luka. Namun, penumpang Kijang Grand mengalami nyeri di bagian dada, sementara penumpang Kijang Innova mengalami luka di bagian kepala. Adapun pengendara dan penumpang sepeda motor mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki. Seluruh korban luka langsung dilarikan ke Puskesmas Tanah Kampung untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasat Lantas Polres Kerinci, IPTU Into Sujarwo, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian.
“Kami langsung mendatangi TKP setelah menerima laporan, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat pengemudi kendaraan roda empat yang kurang konsentrasi, kemungkinan karena mengantuk sehingga keluar dari jalurnya,” ujar IPTU Into Sujarwo.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur tikungan dan kawasan permukiman.
“Kami mengingatkan kepada para pengendara agar selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima saat berkendara. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Dari hasil olah TKP, diketahui kondisi jalan di lokasi berupa jalan aspal dengan lebar sekitar 6 meter, berada di tikungan, dengan marka jalan garis kuning tidak terputus. Saat kejadian, cuaca dalam kondisi cerah dan arus lalu lintas terbilang normal.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.


0Comments