GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Ketika Pembelajaran Biologi Berubah Menjadi Hafalan

Ketika Pembelajaran Biologi Berubah Menjadi Hafalan

Table of contents
×
Gambar: Ilustrasi perbedaan pembelajaran biologi berbasis hafalan dan pemahaman konsep. 

Sumber: Ilustrasi dibuat menggunakan Google Gemini AI

Oleh : Wardina Cahayani

Biologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari kehidupan. Namun bagi banyak siswa, biologi justru identik dengan hafalan. Mulai dari nama latin makhluk hidup, bagian-bagian sel, hingga berbagai istilah ilmiah yang sering harus diingat untuk menghadapi ujian. Tidak sedikit siswa yang mampu menghafal banyak konsep biologi, tetapi masih kesulitan menjelaskan bagaimana proses kehidupan itu sebenarnya terjadi. 

Pengalaman ini juga sering dirasakan oleh mahasiswa biologi sendiri. Saat di sekolah, menghafal fungsi organel sel seperti mitokondria sebagai penghasil energi atau ribosom sebagai tempat sintesis protein sering kali cukup untuk mendapatkan nilai yang baik. Namun ketika diminta menjelaskan hubungan antar organel atau proses yang terjadi di dalam sel, pemahaman tersebut tidak selalu mendalam. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran biologi menekan hafalan bukan pemahaman. 

Biologi yang Seharusnya Dipahami, Bukan Sekadar Dihafal Pembelajaran biologi seharusnya tidak hanya berfokus pada mengingat istilah, tetapi juga memahami bagaimana proses tersebut terjadi dan saling berkaitan. Namun dalam praktiknya, materi biologi sering disajikan dalam bentuk daftar konsep, definisi, dan istilah ilmiah. Kondisi ini membuat siswa cenderung belajar dengan cara menghafal agar dapat menjawab soal ujian. 

Mengapa Pembelajaran Biologi Cenderung Berbasis Hafalan? 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini masih terjadi. 

Pertama, materi yang luas dan padat sehingga guru harus menyelesaikan banyak topik dalam waktu terbatas. 

Kedua, sistem evaluasi yang masih menekankan kemampuan mengingat konsep. 

Ketiga, kegiatan praktikum yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk membantu siswa memahami konsep secara langsung.


Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya permasalahan dalam pemahamankonsep sains. Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA)menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa Indonesia masih berada di bawahrata-rata negara OECD (OECD, 2022). Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsepsains, termasuk biologi, masih perlu ditingkatkan.

Dampak Budaya Hafalan dalam Pembelajaran

BiologiPembelajaran yang terlalu menekankan hafalan dapat membuat siswa cepatmelupakan materi setelah ujian. Selain itu, siswa juga dapat mengalami kesulitan ketika harus menjelaskan konsep biologi dalam situasi nyata.

Menuju Pembelajaran Biologi yang Lebih Bermakna

Untuk mengatasi hal tersebut, pembelajaran biologi perlu lebih menekankan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir ilmiah. Kegiatan seperti praktikum, diskusi, dan pembelajaran berbasis masalah dapat membantu siswa memahami fenomena biologi secara lebih mendalam. Selain itu, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari juga penting agar siswa menyadari bahwa biologi bukan hanya teori di buku, tetapi ilmu yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia.

Oleh karena itu, pembelajaran biologi seharusnya tidak hanya menekankan hafalan,tetapi juga pemahaman konsep dan keterkaitan antar fenomena. Dengan pendekatanpembelajaran yang lebih kontekstual dan eksploratif, biologi dapat dipelajari secara lebih bermakna. Dengan demikian, siswa tidak hanya mampu mengingat istilah biologi, tetapi juga memahami bagaimana kehidupan bekerja.





0Comments