Pemerintah Putuskan MBG Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 20 Triliun

Sumber: detik.com | Jakarta, Rabu (1/4/2026)

JAKARTA — Pemerintah resmi memutuskan untuk mengubah skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika sebelumnya direncanakan selama enam hari dalam seminggu, kini program tersebut akan dilaksanakan hanya lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk melakukan efisiensi anggaran negara.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pengurangan hari penyaluran ini diharapkan dapat menghemat anggaran negara hingga mencapai Rp 20 triliun. Dana hasil efisiensi ini nantinya akan dialokasikan untuk pos-pos pembangunan lain yang lebih mendesak atau untuk memperkuat cadangan fiskal negara.

"Pemerintah mendorong optimalisasi dari pada program MBG sebagai program, dan program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama 5 hari dalam sepekan," ujar Airlangga dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Eva/detikcom

Meskipun demikian, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi daerah-daerah tertentu. Untuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) serta daerah dengan risiko stunting yang sangat tinggi, program MBG tetap akan dijalankan selama enam hari甚至 tujuh hari sesuai kebutuhan lokal. Hal ini memastikan bahwa tujuan utama program, yaitu perbaikan gizi anak dan pencegahan stunting, tetap tercapai di wilayah yang paling membutuhkan.

Keputusan ini merupakan bagian dari paket kebijakan efisiensi anggaran yang lebih luas yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, pemerintah juga telah mengumumkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, yang diperkirakan mampu menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan biaya operasional hingga triliunan rupiah.

Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana teknis akan segera menyesuaikan jadwal distribusi dan produksi makanan di seluruh satuan pendidikan yang menjadi sasaran program. Penyesuaian ini diharapkan tidak mengganggu nilai kalori dan gizi yang diterima oleh para siswa, karena porsi dan kualitas menu pada lima hari tersebut akan tetap dijaga standar tertingginya.

Langkah efisiensi ini mendapat berbagai tanggapan. Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa langkah ini bijak di tengah ketidakpastian ekonomi global, asalkan tidak mengurangi esensi dari program gizi itu sendiri. Sementara itu, perwakilan orang tua siswa berharap agar kualitas makanan pada lima hari pelaksanaan tetap terjaga dan distribusinya lancar tanpa kendala.

Dengan total penghematan Rp 20 triliun dari program MBG ini, ditambah dengan efisiensi dari pemangkasan perjalanan dinas dan kebijakan WFH, pemerintah menargetkan postur APBN menjadi lebih sehat dan tahan banting terhadap gejolak ekonomi di tahun 2026.


Poin Penting Kebijakan Baru

Berikut adalah ringkasan perubahan kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG):

  • Durasi: Dikurangi dari 6 hari menjadi 5 hari per minggu untuk wilayah umum.
  • Pengecualian: Wilayah 3T dan daerah rawan stunting tetap mendapat jatah lebih (6-7 hari).
  • Estimasi Hemat: Negara menghemat anggaran sekitar Rp 20 triliun per tahun.
  • Tujuan: Efisiensi fiskal tanpa mengorbankan target penurunan angka stunting.
  • Implementasi: Segera dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional mulai periode berikutnya.

(Disarikan dari laporan detik.com)

Also read
Copied!

Latest News

  • Pemerintah Putuskan MBG Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 20 Triliun
  • Pemerintah Putuskan MBG Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 20 Triliun
  • Pemerintah Putuskan MBG Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 20 Triliun
  • Pemerintah Putuskan MBG Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 20 Triliun
  • Pemerintah Putuskan MBG Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 20 Triliun
  • Pemerintah Putuskan MBG Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 20 Triliun

Post a Comment