GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
AS Kaji Tawaran Uang Tunai untuk Warga Greenland dalam Rencana Akuisisi Pulau Arktik

AS Kaji Tawaran Uang Tunai untuk Warga Greenland dalam Rencana Akuisisi Pulau Arktik

Table of contents
×


Jakarta — Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan sebuah strategi kontroversial untuk meyakinkan warga Greenland agar memisahkan diri dari Denmark dan berpotensi bergabung dengan AS. Salah satu skema yang dibahas sejumlah pejabat AS adalah memberikan uang tunai langsung kepada setiap penduduk Greenland, dengan angka yang dibicarakan mencapai USD 10.000 hingga USD 100.000 per orang — setara sekitar Rp168 juta hingga lebih dari Rp1,6 miliar per kepala, tergantung pada nilai yang disepakati.

Skema pembayaran ini muncul sebagai bagian dari pembicaraan internal di Gedung Putih yang bertujuan menarik dukungan publik Greenland terhadap kemungkinan pemisahan dari Kerajaan Denmark dan integrasi wilayah itu ke dalam wilayah AS. Meski belum ada keputusan resmi, diskusi mengenai jumlah pembayaran dan mekanismenya menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan dalam upaya “membeli” dukungan warga.

Greenland adalah sebuah wilayah otonom Denmark dengan populasi sekitar 57.000 jiwa yang terletak di kawasan Arktik. Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland secara konsisten menegaskan bahwa pulau terbesar di dunia itu tidak untuk dijual, dan menolak gagasan aneksasi atau pembelian oleh negara lain. Pernyataan tegas serupa juga telah disampaikan oleh pemimpin Greenland kepada media internasional.

Usulan tersebut mendapat sorotan internasional dan kritik dari negara-negara Eropa. Sebelumnya, tujuh negara anggota NATO — termasuk Denmark — menyatakan dukungan kepada Kopenhagen dan Nuuk bahwa masa depan Greenland sepenuhnya merupakan urusan internal Denmark dan rakyat Greenland.

Selain rencana pembayaran tunai, AS juga meninjau berbagai opsi lain yang secara luas menjadi bahan diskusi, mulai dari pendekatan diplomasi hingga solusi strategis lainnya, untuk menegaskan kepentingan geopolitik dan pertahanan di kawasan Arktik yang semakin penting.

Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan logistik ataupun keputusan resmi yang menunjukkan kapan atau apakah skema ini akan diterapkan. Banyak analis internasional menilai ide ini sebagai rumit secara politik dan legal karena menyangkut kedaulatan negara dan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Greenland.


📌 Sumber Berita:

  • “AS Akan Beli Greenland, Setiap Warganya Diimingi Rp1,6 Miliar”, international.sindonews.com (akses artikel)
  • Laporan Reuters terkait rencana pembayaran kepada warga Greenland (disitasi melalui berbagai media)


0Comments