Caracas, Venezuela – Ribuan warga Venezuela kembali memenuhi jalanan ibu kota Caracas untuk menuntut pembebasan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dari tahanan Amerika Serikat (AS). Aksi ini berlangsung di tengah ketegangan politik dan gejolak sosial yang terus meningkat sejak operasi militer AS yang menangkap pemimpin Venezuela tersebut awal bulan ini.
Aksi protes besar-besaran ini dipicu oleh penangkapan Maduro oleh pasukan AS pada awal Januari 2026. Sejumlah pendukungnya menganggap langkah tersebut sebagai intervensi asing yang melanggar kedaulatan Venezuela. Massa yang berkumpul di pusat kota Caracas terlihat melambaikan bendera nasional dan membawa poster bergambar pasangan yang ditahan tersebut sambil menyerukan “bebaskan Maduro segera.”
Demonstrasi ini bukan hanya terjadi di Venezuela. Dukungan terhadap Maduro juga muncul di luar negeri, termasuk di beberapa negara tetangga dan komunitas diaspora Venezuela, meski reaksi dan sentimen terhadap penangkapan itu beragam. Para pengunjuk rasa mengecam operasi militer AS dan menyatakan solidaritas terhadap pemerintahan yang sah menurut pandangan mereka.
Situasi di Caracas sendiri tetap tegang. Peringatan keamanan bagi warga AS di Venezuela semakin diperketat, dengan seruan agar warga negara tersebut segera meninggalkan negara itu karena risiko keamanan yang meningkat akibat blokade dan kehadiran kelompok bersenjata.
Kejadian ini terjadi di tengah kabar bahwa Maduro dan istrinya akan menghadapi proses hukum di New York atas dakwaan terkait narkoterrorisme dan konspirasi perdagangan narkoba, yang kian memicu pro dan kontra di dalam negeri maupun internasional.
Sumber:
CNBC Indonesia — Caracas Membara! Lautan Warga Penuhi Jalanan Tuntut AS Bebaskan Maduro
Headtopics Indonesia — Caracas Membara, Warga Protes Bebaskan Maduro
Anadolu Agency — Dukungan Warga Caracas Tuntut Pembebasan Maduro
ANTARA News — AS Minta Warganya Tinggalkan Venezuela Karena Risiko Keamanan
0Comments