PADANG — Sejumlah dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) dari beberapa perguruan tinggi di Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Cabang Ampang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan PKM ini melibatkan dosen dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Syedza Saintika, Universitas PGRI Sumatera Barat, serta STKIP YDB Lubuk Alung, dengan mengusung tema “Pengembangan Soft Skills dan Kepemimpinan Islami Anak Asuh Panti ‘Aisyiyah dalam Ekosistem Pendidikan di Sumatera Barat.”
Ketua Pelaksana PKM, Armalena, S.Pd.I., MA, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas anak-anak asuh panti, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dari sisi kepribadian, mental, dan spiritual. Menurutnya, pengembangan soft skills dan kepemimpinan Islami merupakan kebutuhan mendasar bagi generasi muda di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.
“Anak-anak panti memiliki potensi besar. Melalui pembinaan yang terarah, mereka perlu dibekali keterampilan komunikasi, kerja sama tim, manajemen diri, serta kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islami, agar kelak mampu menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan berintegritas,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 anak asuh Panti Asuhan ‘Aisyiyah Cabang Ampang dan berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengikuti sesi motivasi yang membangun kesadaran diri dan semangat untuk berkembang.
Berbagai materi strategis disampaikan oleh para pemateri, di antaranya pengembangan soft skills, kepemimpinan Islami, ekosistem pendidikan, serta literasi digital. Dr. Sri Wahyuni, M.Pd.I. menyampaikan pentingnya soft skills sebagai penentu keberhasilan seseorang dalam kehidupan sosial dan dunia kerja. Sementara itu, Syahrizal, S.Th.I., MA menekankan bahwa kepemimpinan Islami harus berakar pada akhlak mulia, kejujuran, amanah, empati, dan tanggung jawab.
Materi tentang ekosistem pendidikan disampaikan oleh Asril, S.Pd., M.Pd., yang menyoroti pentingnya peran lingkungan—sekolah, keluarga, panti, dan masyarakat—dalam membentuk karakter anak. Adapun literasi digital disampaikan oleh Febrina Riska Putri, S.S., M.Pd., yang mengajak peserta untuk memanfaatkan teknologi secara positif, kreatif, dan beretika, sekaligus waspada terhadap dampak negatif media sosial.
Ketua Panti Asuhan ‘Aisyiyah Cabang Ampang yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim dosen. Ia menegaskan bahwa Panti Asuhan ‘Aisyiyah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak asuh, tetapi juga berupaya membekali mereka dengan keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kegiatan pengabdian ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islami sekaligus keterampilan abad ke-21. Kami berharap anak-anak asuh semakin percaya diri, mampu berkomunikasi dengan baik, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring kolaborasi antara panti asuhan, perguruan tinggi, dan masyarakat, dalam rangka membangun pendidikan yang holistik dan berkelanjutan di Sumatera Barat. Integrasi nilai religius, budaya lokal, dan penguasaan keterampilan modern dinilai menjadi kunci dalam mencetak generasi yang tangguh dan berdaya saing.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, para dosen berharap kontribusi perguruan tinggi tidak hanya dirasakan di ruang akademik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung masa depan anak-anak asuh sebagai generasi penerus bangsa.
0Comments