JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah Kuril, Rusia pada Selasa (13/1/2026) siang waktu Indonesia Barat (WIB). Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 44,609° Lintang Utara dan 149,137° Bujur Timur, sekitar 120 kilometer tenggara Kuril’sk, dengan kedalaman hiposenter sekitar 21,1 kilometer di bawah permukaan laut. Getaran gempa ini merupakan akibat aktivitas subduksi lempeng tektonik di Palung Kurile-Kamchatka.
Kepala BMKG Daryono menjelaskan bahwa meskipun gempa termasuk kuat, hasil analisis menunjukkan tidak ada potensi tsunami di wilayah Indonesia. BMKG menekankan bahwa masyarakat di pesisir tidak perlu khawatir terhadap gelombang tsunami akibat gempa tersebut, namun tetap diminta berhati-hati terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Menurut BMKG, gempa ini memiliki mekanisme gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi, yaitu pergerakan satu lempeng tektonik yang menunjam di bawah lempeng lainnya. Jenis gempa semacam ini biasa terjadi di zona subduksi aktif seperti di kawasan Pasifik Utara, di mana Lempeng Pasifik bertemu dengan Lempeng Eurasia.
Meski guncangan gempa dirasakan di wilayah jauh dari pusat episenter, BMKG memastikan bahwa hingga laporan ini dibuat belum terdeteksi adanya dampak signifikan pada keselamatan atau infrastruktur di Indonesia. Badan ini juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengandalkan informasi gempa dan peringatan resmi hanya dari kanal komunikasi BMKG yang terverifikasi, termasuk situs web dan media sosial resmi.
BMKG terus memantau aktivitas kegempaan global dan akan menyampaikan pembaruan jika ada perkembangan parameter gempa yang berpotensi berdampak lebih luas.
Sumber Berita:
Rusia Dihantam Gempa M6,3, BMKG Ungkap Koordinat, Efek ke RI-Pemicunya — CNBC Indonesia.
Gempa M 6,3 Guncang Rusia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia — HeadTopics via Kompas.
0Comments