Jakarta, — Pemerintah Israel mengakui bahwa agen-agen intelijennya kini telah aktif beroperasi di wilayah Iran, sebuah pengakuan langka yang mencerminkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang telah lama bermusuhan.
Pengakuan ini disampaikan oleh Menteri Warisan Budaya Israel, Amichai Eliyahu, dalam wawancara dengan radio militer Israel baru-baru ini. Eliyahu menegaskan bahwa Israel memiliki personel yang tengah bekerja di Iran, meskipun ia tidak menjelaskan secara detail jumlah maupun identitas para agen yang dimaksud.
“Ketika kami menyerang Iran dalam operasi setahun lalu, kami berada di wilayah mereka dan tahu bagaimana mempersiapkan lahan untuk aksi lanjutan. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa orang-orang kami sedang bekerja di sana saat ini,” ujar Eliyahu dalam pernyataannya, yang dipublikasikan oleh media Israel Hayom.
Pernyataan ini memicu perhatian besar karena jarangnya pejabat Israel secara terbuka mengakui kehadiran intelijen mereka di negara yang selama ini menjadi rival utama Tel Aviv di kawasan Timur Tengah. Iran selama bertahun-tahun menjadi target intelijen Israel, terutama terkait program militer dan nuklir yang dianggap ancaman serius oleh otoritas Israel dan sekutu-sekutunya.
Pengakuan Eliyahu muncul di tengah situasi keamanan yang tegang di Iran, di mana otoritas setempat baru-baru ini mengumumkan penangkapan dan tuduhan spionase terhadap individu yang dituduh bekerja untuk badan intelijen asing, termasuk Mossad. Lembaga Garda Revolusi Islam Iran menangkap seorang tersangka mata-mata asing yang dituduh mengumpulkan informasi sensitif di tengah protes domestik yang terjadi sejak akhir Desember 2025.
Selain itu, konflik intelijen antara Iran dan Israel bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Iran berkali-kali menahan dan mengeksekusi warga yang dituduh bekerja untuk Mossad. Kasus terakhir yang dilaporkan termasuk eksekusi terhadap individu yang terbukti memberikan informasi strategis kepada badan intelijen Israel.
Hubungan antara Teheran dan Tel Aviv terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah serangkaian serangan militer dan balasan yang intens antara kedua negara. Ketegangan ini telah menarik perhatian internasional dan menimbulkan kekhawatiran tentang eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang lebih luas.
Dengan publikasi pengakuan resmi ini, dunia kini menyaksikan babak baru dalam pertarungan intelijen antara Israel dan Iran, dimana operasi intelijen menjadi bagian penting dari strategi keamanan masing-masing negara.
Sumber Berita
🔗 CNBC Indonesia: Israel Akui Agen Intelijennya Mulai Beroperasi di Iran — https://www.cnbcindonesia.com/news/20260111083722-4-701314/israel-akui-agen-intelijennya-mulai-beroperasi-di-iran
🔗 Israel Hayom / Mureks: Amichai Eliyahu: Israel Pastikan Agen Intelijennya Beroperasi Aktif di Wilayah Iran
🔗 Reuters: Iran’s Revolutionary Guards arrest foreigner accused of spying for Israel
🔗 Associated Press: Iran mengeksekusi pria yang dituduh mata-mata Mossad
0Comments