New York — Pasar keuangan global mengalami tekanan signifikan menyusul sejumlah keputusan kebijakan Amerika Serikat yang memicu ketidakpastian ekonomi dunia. Indeks saham utama di berbagai kawasan tercatat melemah, seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).14/01/2026
Di kawasan Asia, bursa saham dibuka melemah karena investor cenderung bersikap hati-hati menunggu kejelasan kebijakan suku bunga AS. Sementara itu, pasar Eropa juga bergerak di zona merah, terdampak sentimen negatif dari Wall Street yang sebelumnya ditutup turun.
Tekanan pasar dipicu oleh sinyal kebijakan ekonomi Washington yang dinilai berpotensi memperketat likuiditas global. Investor khawatir langkah-langkah tersebut akan mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama guna menekan inflasi, meskipun berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Analis menilai ketidakpastian kebijakan moneter AS menjadi faktor utama yang membayangi pasar global. Sikap The Fed yang cenderung berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan suku bunga memicu kekhawatiran akan berlanjutnya tekanan terhadap sektor saham, mata uang, dan pasar obligasi negara berkembang.
Selain itu, volatilitas pasar juga diperburuk oleh kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk potensi perlambatan konsumsi dan investasi akibat biaya pinjaman yang tetap tinggi.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan dan data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat, terutama yang berkaitan dengan inflasi dan ketenagakerjaan, sebagai indikator arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Sumber : reuter
0Comments