Balikpapan, – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menekankan pentingnya integritas dan teladan pemimpin saat memberikan sambutan dalam peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung pengalamannya semasa aktif bertugas di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia mengungkapkan bahwa perilaku seorang pemimpin, khususnya yang menyimpang dari nilai-nilai kejujuran, akan cepat diketahui oleh anak buahnya sendiri lebih dahulu daripada pihak luar.
“Saya pernah mengalami sendiri di tentara. Kalau pemimpinnya maling, anak buah akan cepat tahu, cepat sekali. Mungkin orang luar tidak tahu, mungkin BPK atau KPK bisa dikibuli, tapi anak buah pasti tahu,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menjelaskan bahwa dalam lingkungan militer terdapat budaya julukan bagi pemimpin yang melakukan praktik korupsi atau memperkaya diri secara tidak sah.
“Di tentara itu kalau komandan yang maling, pemimpin yang maling itu dikasih julukan ‘Kapal Keruk’. Dan seumur hidup dia akan membawa nama itu,” tambah Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden sebagai bagian dari pesan moral untuk seluruh pemimpin, termasuk di lingkungan pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), agar senantiasa memberikan contoh yang baik dan menghindari perilaku koruptif.
Menurut Prabowo, pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi anak buahnya, karena kepemimpinan yang buruk akan memengaruhi semangat dan kinerja bawahannya. Ia juga mengaitkan pesan ini dengan upaya pemerintahannya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pemberantasan praktik korupsi secara tegas.
Sumber:
Kumparan: Pernyataan Prabowo soal julukan “kapal keruk” bagi pemimpin maling
ANTARA News: Pernyataan Prabowo terkait pengalaman di TNI dan julukan “kapal keruk”
Merdeka: Cerita Prabowo mengenang julukan pemimpin korup di TNI
Liputan6.com: Penekanan Prabowo tentang integritas pemimpin di BUMN
0Comments