JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai capaian penting dalam sektor energi nasional, khususnya produksi minyak bumi. Data terbaru menunjukkan bahwa rata-rata produksi minyak Indonesia selama periode 2025 telah melampaui target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dinilai lebih tinggi dibandingkan capaian pada era pemerintahan sebelumnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa lifting minyak bumi Indonesia sepanjang 2025 berhasil mencapai 605,3 ribu barel per hari, atau sekitar 100,05 persen dari target APBN 2026. Angka tersebut merupakan pencapaian tertinggi dalam hampir satu dekade terakhir dan menunjukkan tren positif produksi minyak nasional.
“Sejak 10 tahun terakhir, lifting kita tidak pernah tercapai. Baru pada 2026, lifting minyak kita berhasil melampaui target APBN,” ujar Bahlil saat memaparkan capaian tersebut di hadapan Presiden Prabowo dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pencapaian ini sekaligus menunjukkan peningkatan produksi minyak mentah RI dibandingkan data produksi beberapa tahun sebelumnya. Capaian lifting 605,3 ribu barel per hari pada 2025 melampaui angka lifting pada 2024 yang tercatat sekitar 580 ribu barel per hari.
Para pakar energi juga memberikan respons positif terhadap lonjakan produksi ini. Profesor Imron Mawardi dari Universitas Airlangga menilai bahwa kontribusi Kementerian ESDM dan PT Pertamina sangat berarti dalam membantu Indonesia mencapai target nasional yang telah lama diidamkan.
Selain itu, Ketua Komisi XII DPR RI menyampaikan bahwa keberhasilan melampaui target lifting minyak merupakan bukti kerja nyata dan mampu membalik tren stagnasi produksi minyak yang sempat menjadi tantangan struktural di sektor migas.
Keberhasilan tersebut juga dipandang sebagai langkah penting dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, seiring dengan diresmikannya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan yang memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah lebih besar dari sebelumnya.
Meski demikian, pemerintah terus mendorong langkah strategis untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional, termasuk optimalisasi sumur migas tua dan pengembangan lapangan baru, guna memperkuat ketahanan energi Indonesia ke depan.
Sumber Berita:
Setahun Prabowo, Produksi Minyak RI Sudah Lampaui Era Jokowi — CNBC Indonesia.
Bahlil pamer lifting minyak 605 ribu barel per hari di hadapan Prabowo — Okezone Economy.
Pakar apresiasi kontribusi Pertamina capai target lifting minyak 2025 — ANTARA News.
Komisi XII: “Lifting” minyak 2025 lampaui target tunjukkan kerja nyata — ANTARA News.
Usai Soeharto, Prabowo jadi Presiden Indonesia pertama yang resmikan kilang minyak dalam 32 tahun terakhir — Okezone Economy.
SETAHUN BERDAMPAK: Arah Baru Tata Kelola Migas, Rakyat Jadi Pemain Utama — Kementerian ESDM RI.
0Comments