GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Upaya “Serangan Gaya Venezuela” untuk Tangkap Pemimpin Taiwan Dinilai Sulit bagi China

Upaya “Serangan Gaya Venezuela” untuk Tangkap Pemimpin Taiwan Dinilai Sulit bagi China

Table of contents
×

HONG KONG/TAIPEI — Ide sebagian netizen China yang menyerukan operasi kilat ala “Venezuela-style” untuk menangkap pemimpin Taiwan sebagai langkah awal menguasai pulau tersebut kini mendapat sorotan dari analis militer dan pengamat keamanan. Mereka menilai strategi semacam itu sangat berisiko tinggi dan rumit secara operasional, sehingga kemungkinan besar sulit dilakukan oleh militer China.

Istilah “Venezuela-style” mengacu pada operasi militer tingkat tinggi dan tak terduga yang baru-baru ini dilakukan oleh pasukan AS di Venezuela, di mana Presiden Nicolás Maduro dan istrinya berhasil diekstraksi. Beberapa pengguna daring di China mengusulkan pendekatan serupa untuk “menangkap” pemimpin Taiwan demi percepatan penyatuan dengan daratan China.

Namun, pakar dan analis militer menegaskan bahwa Taiwan memiliki pertahanan yang telah dipersiapkan secara matang untuk menghadapi kemungkinan “operasi pemenggalan (decapitation operation)” terhadap pemimpin negara itu. Sistem pertahanan udara berlapis, radar canggih, dan kemungkinan dukungan militer asing—terutama dari Amerika Serikat dan sekutunya—diperkirakan akan mendeteksi dan menghadang upaya semacam itu jauh sebelum mencapai targetnya.

Menurut legislator Taiwan, Chen Kuan-ting, begitu operasi semacam itu menghadapi hambatan di tahap awal, eskalasi menjadi konflik skala penuh akan sangat mungkin terjadi, membawa konsekuensi politik dan militer yang serius.

Para analis juga mencatat bahwa meskipun militer China—People’s Liberation Army (PLA)—telah mengakuisisi berbagai peralatan canggih dalam beberapa tahun terakhir, integrasi dan pengalaman tempur nyata dalam operasi bersama yang kompleks masih terbatas. Struktur komando yang masih sangat terpusat dan kurangnya pengalaman dalam misi berisiko tinggi dinilai menjadi kendala besar dalam melaksanakan operasi semacam yang dibayangkan para netizen tersebut.

Sementara itu, pihak berwenang Taiwan terus memperkuat kemampuan pertahanan mereka. Presiden Taiwan Lai Ching-te baru-baru ini mengumumkan pengembangan sistem pertahanan udara multi-lapis bernama “T-Dome”, yang dirancang untuk mendeteksi dan menangkis ancaman musuh secara efektif.

Walaupun Beijing belum secara resmi mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendali mereka, para ahli meyakini bahwa usaha langsung untuk menculik atau menggulingkan pemimpin melalui serangan mendadak akan menghadapi tantangan militer yang sangat berat, yang berpotensi memicu konflik yang jauh lebih luas di kawasan tersebut.


Sumber Berita:

  • Reuters: “Venezuela-style strike on Taiwan’s leader could prove tricky for China” (9 Januari 2026).


0Comments