![]() |
| Gambar 1. Kegiatan Bio Expo School Competition menampilkan inovasi siswa dalam pemanfaatan sumber daya hayati untuk pangan berkelanjutan. Sumber: https://www.instagram.com/p/DTucZWQlCW/?img_index=5&igsh=YWx2YnIycDZhM211 Penulis : Saskia Maharani Program Studi : Pendidikan Biologi, Universitas Riau |
Kerusakan lingkungan saat ini semakin menjadi perhatian. Pencemaran sungai, berkurangnya hutan, hingga hilangnya berbagai spesies menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam semakin tidak seimbang. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan di sekolah.
Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda. Dalam konteks ini, pembelajaran biologi menjadi salah satu mata pelajaran yang memiliki potensi besar untuk menumbuhkan kesadaran tersebut. Biologi tidak hanya mempelajari makhluk hidup, tetapi juga hubungan antara organisme dengan lingkungannya.
Namun dalam praktiknya, pembelajaran biologi di sekolah sering kali masih berfokus pada penyampaian materi secara teoritis. Siswa lebih banyak menghafal konsep tanpa memahami keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya, pemahaman siswa terhadap materi biologi tidak selalu diikuti dengan tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan. Padahal, pembelajaran biologi seharusnya mampu menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik. Kesadaran lingkungan merupakan bagian penting dari pendidikan sains karena membantu siswa memahami hubungan antara aktivitas manusia dengan keberlanjutan alam (Puspa et al., 2026).
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual adalah pendekatan etnosains. Etnosains memanfaatkan pengetahuan lokal masyarakat sebagai sumber belajar sehingga materi pembelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan siswa (Lidi et al., 2022). Dalam pembelajaran biologi, pendekatan etnosains dapat diterapkan melalui berbagai contoh yang ada di lingkungan sekitar. Misalnya pemanfaatan tanaman obat tradisional, praktik pertanian lokal, atau cara masyarakat menjaga kelestarian alam. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep biologi, tetapi juga belajar menghargai kearifan lokal yang berkaitan dengan lingkungan.
Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnosains dapat meningkatkan pemahaman konsep serta prestasi belajar siswa. Integrasi pengetahuan lokal dalam pembelajaran membantu siswa memahami materi biologi secara lebih mendalam (Jacinda et al., 2023). Selain itu, pendekatan ini juga dapat mendorong berkembangnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam memahami fenomena alamn (Widyawati, 2025).
Penerapan pembelajaran biologi berbasis etnosains juga dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif di sekolah, salah satunya melalui kegiatan Pekan Raya Biologi. Dalam kegiatan ini, siswa diberi kesempatan untuk menampilkan berbagai inovasi pemanfaatan sumber daya hayati yang berasal dari lingkungan sekitar. Melalui kegiatan Bio Expo School Competition dengan tema “Pemanfaatan Sumber Daya Hayati untuk Pangan Berkelanjutan”, siswa dapat mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal bernilai ekonomi tinggi serta menginovasikan tanaman obat menjadi produk siap konsumsi. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan siswa dalam mengaplikasikan konsep biologi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan keanekaragaman hayati secara bijak dan berkelanjutan.
Dengan demikian, pembelajaran biologi yang mengintegrasikan etnosains dapat menjadi salah satu langkah penting dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan siswa. Melalui pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan ilmiah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam untuk keberlanjutan kehidupan di masa depan.

0Comments