GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Sekolah Adiwiyata: Ketika Pembelajaran Biologi Mengajarkan Cinta Lingkungan

Sekolah Adiwiyata: Ketika Pembelajaran Biologi Mengajarkan Cinta Lingkungan

Table of contents
×

 

Nama : Diva Anggraini
NIM : 2305114765

Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau


Isu lingkungan seperti meningkatnya sampah dan berkurangnya ruang hijau menjadi perhatian penting di berbagai daerah. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan di Indonesia adalah melalui Program Adiwiyata, yaitu program yang mendorong sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Program yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini tidak hanya bertujuan menjadikan sekolah lebih hijau dan bersih, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, berbagai kegiatan berbasis lingkungan dapat dijadikan sebagai bagian dari pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran biologi (Hermawan et al, 2023).

Salah satu materi biologi yang sangat relevan dengan program Adiwiyata adalah keanekaragaman hayati. Materi ini membahas tentang keberagaman makhluk hidup yang ada di lingkungan. Untuk membuat pembelajaran lebih bermakna, siswa dapat dilibatkan dalam proyek menanam berbagai jenis tanaman di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenal berbagai jenis tumbuhan, memahami perbedaan ciri-cirinya, serta menyadari pentingnya menjaga keberagaman makhluk hidup di lingkungan sekitar.

Kegiatan menanam tanaman juga dapat menjadikan lingkungan sekolah lebih hijau dan nyaman. Taman sekolah yang berisi berbagai jenis tanaman dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar langsung bagi siswa. Mereka dapat mengamati bentuk daun, batang, bunga, maupun habitat tumbuhan secara nyata. Dengan demikian, konsep keanekaragaman hayati tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan sekolah.

Selain keanekaragaman hayati, materi pencemaran lingkungan juga dapat diintegrasikan dengan program Adiwiyata. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah melalui program bank sampah di sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk memilah sampah sesuai dengan jenisnya, seperti sampah organik dan anorganik.

Sampah organik yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi kompos. Proses pembuatan kompos ini dapat menjadi kegiatan pembelajaran yang menarik bagi siswa karena mereka dapat memahami secara langsung proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme. Kegiatan pengelolaan sampah dan penghijauan sekolah merupakan bagian dari implementasi pendidikan lingkungan yang dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap kelestarian lingkungan (Butar-Butar et al., 2024)

Melalui kegiatan menanam tanaman dan pengolahan sampah menjadi kompos, siswa tidak hanya memahami konsep biologi, tetapi juga belajar untuk peduli terhadap lingkungan. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara konsep yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, penerapan Program Adiwiyata di sekolah dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengintegrasikan pembelajaran biologi dengan praktik nyata dalam menjaga lingkungan. Melalui kegiatan sederhana seperti menanam tanaman dan mengolah sampah, sekolah dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap keanekaragaman hayati serta lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.


0Comments