GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Strategi Percepatan IPM Pendidikan Jambi Menuju 2030

Strategi Percepatan IPM Pendidikan Jambi Menuju 2030

Table of contents
×

Oleh: Prof. Mukhtar Latif


JAMBI – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi indikator utama untuk menilai kualitas pembangunan manusia suatu daerah. Berbeda dengan pendekatan pembangunan yang hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, IPM menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan melalui tiga dimensi utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Dalam dimensi pendidikan, indikator yang digunakan adalah Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Kedua indikator ini menggambarkan sejauh mana masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan serta tingkat pendidikan yang telah dicapai oleh penduduk dewasa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, IPM Provinsi Jambi mencapai 75,13, meningkat dari tahun 2024 yang sebesar 74,36. Meski menunjukkan tren positif, posisi Jambi masih berada pada kelompok menengah. Di tingkat Sumatera, Jambi berada pada peringkat ke-8 dari 10 provinsi, sementara secara nasional berada sekitar peringkat ke-18 dari 38 provinsi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa percepatan pembangunan pendidikan masih diperlukan untuk mengejar ketertinggalan dari provinsi lain.


Faktor Ketertinggalan

Beberapa faktor yang mempengaruhi capaian IPM Jambi antara lain:

Ketimpangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Rata-rata lama sekolah masyarakat yang masih relatif rendah.

Hubungan erat antara kemiskinan dan akses pendidikan.

Struktur ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor sumber daya alam.


Strategi Percepatan Pendidikan

Untuk mendorong percepatan peningkatan IPM bidang pendidikan, beberapa strategi utama dapat dilakukan, antara lain:

Penguatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kompetensi guru.

Peningkatan infrastruktur pendidikan, terutama di daerah pedesaan dan wilayah terpencil.

Pengembangan pendidikan vokasi dan keterampilan kerja agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Mendorong partisipasi pendidikan, melalui program beasiswa, bantuan pendidikan, dan pendidikan inklusif.

Pengurangan angka kemiskinan, karena kondisi ekonomi keluarga sangat mempengaruhi akses pendidikan anak.


Tantangan Pembangunan Pendidikan

Salah satu kendala utama pembangunan pendidikan di Jambi adalah ketidakseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan investasi pada pembangunan sumber daya manusia.

Padahal, jika sebagian potensi ekonomi dari sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan dialokasikan untuk pendidikan, percepatan peningkatan kualitas pendidikan dapat terjadi secara signifikan.


Proyeksi IPM Jambi

Jika tren peningkatan IPM sekitar 0,7 poin per tahun, maka IPM Jambi diproyeksikan mencapai sekitar 78–79 pada tahun 2030. Namun dengan investasi pendidikan yang lebih besar, peningkatan IPM berpotensi mencapai sekitar 80 pada tahun 2030.


Investasi Pendidikan dari SDA

Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dapat menjadi sumber pembiayaan pembangunan pendidikan. Jika sebagian nilai ekonomi sektor tersebut dialokasikan untuk pendidikan, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk:


Beasiswa pendidikan skala besar

Modernisasi sekolah

Peningkatan kualitas guru

Pembangunan pusat pendidikan vokasi

Penguatan riset dan inovasi daerah




Sumber : Prof. Muhtar latif

Wartawan : RL/RK

0Comments